name="movie" name="quality" name="allowScriptAccess"

Jumat, 06 Mei 2011

Aplikasi Pembelajaran Kontekstual pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa SDN Ketawanggede

ABSTRAK
Anty, Resna. 2006. Aplikasi Pembelajaran Kontekstual pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa SDN Ketawanggede 1 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang. Pembimbing: Imron Rossidy, M. Th, M. Ed
 Kata Kunci:  Pembelajaran Kontekstual, Learning Community, PAI, Motivasi, Prestasi.

Pendidikan Agama Islam di sekolah atau di madrasah, dalam pelaksanaannya masih menunjukkan berbagai permasalahan. Seperti halnya proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah saat ini masih sebatas sebagai proses penyampaian "pengetahuan tentang Agama Islam." Mayoritas metode pembelajaran agama Islam yang selama ini lebih ditekankan pada hafalan, akibatnya siswa kurang memahami kegunaan dan manfaat dari apa yang telah dipelajari dalam materi PAI yang menyebabkan tidak adanya motivasi siswa untuk belajar materi PAI. Melihat kenyataan yang ada di lapangan, sebagian besar teknik dan suasana pengajaran di sekolah-sekolah yang digunakan para guru kita cenderung monoton dan membosankan. Sehingga menurunkan motivasi belajar siswa. Kondisi ini pada gilirannya berdampak pada prestasi belajar.  Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut perlu diterapkan suatu cara alternatif mempelajari PAI yang kondusif dengan suasana yang cenderung rekreatif sehingga memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi kreativitasnya. Salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah dengan penerapan pembelajaran kontekstual dengan teknik Learning Community. Dengan penggunaan teknik ini diharapkan agar materi pelajaran PAI dapat mudah dipahami dan dapat meningkatkan motivasi serta prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI.
Berangkat dari permasalahan di atas maka secara umum permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu apakah aplikasi pembelajaran kontekstual dengan teknik Learning Community dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IVa SDN Ketawanggede 1 Malang pada bidang studi PAI? Bagaimana aplikasi pembelajaran kontekstual dengan teknik Learning Community yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IVa SDN Ketawanggede 1 Malang pada bidang studi PAI?
Penelitian ini dilaksanakan di kota Malang, tepatnya di SDN Ketawanggede 1 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research ) dengan jenis kolaboratif. Tahap penelitian ini mengikuti model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, yaitu berupa suatu siklus spiral yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi; (2) pengukuran tes hasil belajar; dan (3) dokumentasi. Data yang diperoleh dari tindakan kemudian  dianalisis. Data yang bersifat kualitatif yang terdiri dari hasil observasi dan dokumentasi dianalisis secara kualitatif, sedangkan data yang dikumpulkan berupa angka atau data kuantitatif, cukup dengan menggunakan  analisis deskriptif dan sajian visual.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa aplikasi pembelajaran kontekstual dengan teknik Learning Community dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IVa SDN Ketawanggede Malang pada bidang studi PAI. Indikator peningkatan motivasi belajar siswa terlihat dari bertambahnya semangat dan antusias siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, tidak tampak adanya rasa malas dan letih dari roman muka siswa, mereka selalu menampakkan rasa gembira dan senang selama mengikuti pelajaran, serta besarnya rasa ingin tahu  mereka yang diaplikasikan dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan apabila ada materi yang kurang dipahami oleh mereka. Dari data di lapangan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar siswa yang semula nilai rata-rata pre-test sebesar 20 meningkat menjadi 24 atau sekitar 20% pada siklus I, pada siklus II lebih meningkat menjadi 31 atau sekitar 55%, dan pada siklus III semakin meningkat menjadi 45 atau sekitar 125%. Tingkat peningkatan antara siklus I dengan siklus II sekitar 29%, antara siklus II dengan siklus III sekitar 45%, antara siklus III dengan siklus I sekitar 87%. Dengan meningkatnya motivasi belajar siswa, maka prestasi belajar merekapun juga meningkat, yang semula nilai rata-rata pre test 6,60 meningkat menjadi 6,84 atau sekitar 4% pada siklus I, pada siklus II lebih meningkat lagi menjadi 7,75 atau sekitar 17%, dan pada siklus III semakin meningkat menjadi 8,80 atau sekitar 35%. Tingkat peningkatan antara siklus I dengan siklus II sekitar 13%, antara siklus II dengan siklus III sekitar 15%, antara siklus III dengan siklus I sekitar 30%.
Dari hasil penelitian ini, peneliti memberikan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan bagi beberapa pihak, antara lain bagi guru, pembelajaran kontekstual dengan teknik Learning Community perlu diterapkan pada bidang studi PAI, agar guru senantiasa melakukan upaya-upaya perbaikan dalam tindakan pengajarannya guna meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan pengaruh pendidikan kontekstual dengan teknik Learning Community terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa desain eksperimen dengan menggunakan kelompok kontrol, sehingga dapat menghasilkan penelitian yang lebih akurat, valid dan releable.


 DAFTAR PUSTAKA


Ahmadi, Abu dan Prasetya, Joko Tri. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

A.M, Sardiman. 2005. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Anynomous. Teknik Pengajaran dan Pembelajaran, (Online) http://Members.tripod.com/Bobezani/teknik.htm, diakses 25 Desember 2005).

Arifin, H.M. 1978. Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama di Lingkungan Keluarga. Jakarta: Bulan Bintang.

                          2000. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosuder Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Darajat, Zakiah, dkk. 1996. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

DEPAG RI. 1989. Al-Qur'an dan Terjemahnya. Bandung: Gema Risalah Press.

DEPDIKNAS. 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah edisi keempat. Malang: Universitas Negeri Malang.

                          Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.

Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Djamarah, Syaiful Bahri. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional.

Gunarso, Singgih D. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: P.T. BPK Gunung Mulia.

Hadi, Nur. Dkk. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya Dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.

Hadi, Sutrisno. 1993. Metode Resech II.  Yogyakarta: Andi Offset.

Hamalik, Dr. Oemar. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

                                    2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamdani, A. Saepul. Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Pembelajaran PAI. Surabaya: NIZAMIA Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam: Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Hartatik, dkk, 2002. Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Malang: Universitas Negeri Malang.

Kasihani, dkk. 2003. Pembelajaran Berbasis CTL. Makalah Disampaikan pada Sarasehan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual (CTL) di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.  

                             1997. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah disajikan dalam Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas dosen-dosen PGSD IKIP Malang, IKIP PGRI Malang, dan Guru SD di Kotamadya Malang tanggal 5-6 Agustus 1997. Malang: Depdikbud.

Kusrini, Siti. Motivasi Belajar. Malang: Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Malang.                

Makmun, H. Abin Syamsuddin. 2003. Psikologi Kependidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Masnur, dkk. 1987. Dasar-dasar interaksi Belajar Mengajar Mengajar. Malang: Jemmars.

Miles, Matthew B. dan Huberman, A. Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia (UI – Press).

Moleong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muchith, M, Saekhan. CTL dalam PAI,  (Online), (http://googel./artikel/.com, diakses 13 Desember 2005).

Muhaimin, dkk. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Surabaya: CV Citra Media.

Muhaimin, 2001. Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhammad, Abu Bakar. 1997. Hadits Tarbawi III.  Surabaya: Karya Abditama.

Mulyasa, 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nizar, samsul M.A. 2002. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press.

N.K., Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Purwadarminta, W.J.S,  1982. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

                            1983. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional.

Purwanto. M. Ngalim. 2000. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Qohar, Mas'ud Hasan Abdul. 1983. Kamus Ilmu Populer. Bintang Pelajar.

Ramayulis, 2002. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sabri, H. M. Alisut. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV Pedoman Ilmu Jaya.

Sidi, Indra Djati. 2003. Menuju Masyarakat Belajar. Jakarta: Paramadina dan Logos.

Slamet.  MBS, Life Skill, KBK, CTL, dan salingketerkaitannya, (Online), http://pelangi.dit-plp.go.id/artikelmb.htm., diakses 12 Februari 2006).

Slameto, 2003. Belajar dan Faktor – faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Soedarsono, FX. 2001. Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Soemanto, Wasty. 1998. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Suardiman, Siti Partini. 1983. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Percetakan Studing.

Sudjana, Nana. 1991. Dasar-dasar Proses Balajar Mengajar.  Bandung: Sinar Baru.

Sukardi, Dewa Ketut. 1983. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional.

Suparno, 2003. "Pembelajaran Berbasis CTL" Makalah Disampaikan pada Sarasehan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual (CTL) di Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.    

Surachmad, Winarno. 1986. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar Dasar dan Teknik Metodologi Pengajaran. Bandung: Tarsito.

Suryabrata, Sumadi. 1990. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Perss.

Suryoto, Arif. 2003. SLTP 3, Pilot Project Pembelajaran dan Pengajaran Kontekstual, (Online), (Jawa Tengah, Suara Merdeka: no. 0309/04. Kamis, 4 September 2003). http://www.suaramerdeka.com/harian/0309/04/dar6.htm, diakses 17 November 2005).

Susilo, H, 2001. Pembelajaran Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa. Makalah Disampaikan pada Seminar Pembelajaran dengan Filosofi Konstruktivisme, Jombang.

Suyanto. 1996/1997 Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yogyakarta: IKIP Yogyakarta.

Syah, Muhibbin. 1999. Psikologi Belajar. Jakarta: Logos.

                             2003. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003. SISDIKNAS. Bandung: Citra Umbara.

Wiriaatmadja, Dr. Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

W.S. Wingkel. 1991. Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT Grasindo.  

Zuhairini, dkk. 1983. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Surabaya: Usaha Nasional.

                         2004. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Kerjasama Bumi Aksara dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam DEPAG.

                         1995. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Kerjasama Bumi Aksara dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam DEPAG.

BAGI YANG MAU SKRIPSI INI SECARA LENGKAP SEBAGAI REFERENSI SILAKAN HUB 085646047087
kode : AP-04

Aplikasi Metode Jigsaw Guna Meningkatkan Motivasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN

ABSTRAK

 

Istikomah, Aplikasi Metode Jigsaw Guna Meningkatkan Motivasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 4 Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Prof. Dr. HM Djunaidi Ghony.

            Kata kunci: Metode Jigsaw, Motivasi, Pendidikan Agama Islam.

 

            Salah satu cara agar tercapainya tujuan pembelajaran adalah penggunaan metode yang tepat, sehingga dapat memberikan pengaruh positif terhadap proses kegiatan belajar mengajar.

            Selama ini banyak para pendidik yang masih menerapkan metode yang sifatnya monoton seperti ceramah, dan hal tersebut kurang efektif dalam mengaktifkan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal yang lebih penting lagi adalah siswa kurang bergairah dan merasa tertekan terhadap pembelajaran guru yang selalu menerapkan metode tersebut.

            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah penerapan metode jigsaw dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dapat melibatkan siswa secara aktif dan dapat meningkatkan kerja siswa sehingga dengan penerapan metode jigsaw dapat meningkatkan motivasi siswa terhadap pembelajaran pendidikan agama Islam dikelas III D SMPN 4 Batu.

            Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, subyek penelitian ini adalah siswa kelas III D SMPN 4 Batu yang berjumlah 40 orang siswa. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini penulis menggunakan metode observasi, interview, dokumentasi, data tentang kegiatan pembelajan jigsaw yang diambil dengan menggunakan lembar pengamatan serta data hasil belajar yang diambil dengan memberikan pre tes dan hasil setelah pembelajaran kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus:

 

P = Postrate – Base Rate  x 100 %

                           Base Rate

            Sedangkan untuk tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) reduksi data, (2) paparan data, dan (3) penarikan kesimpulan.

            Hasil Penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tehnik jigsaw memberikan banyak kontribusi diantaranya mudahnya siswa memahami materi melalui diskusi, siswa semakin aktif dalam kegiatan pembelajaran, siswa terlatih bekerjasama dalam kelompok serta dapat meningkatkan motivasi siswa terhadap pembelajaran materi pendidikan agama Islam. Hal ini dapat dibuktikan dari proses belajar siswa kelas IIID, maka dapat diperoleh hasil pre tes peningkatan motivasi yang pada awalnya rata-rata 1,6 dan pada siklus I sebesar 2,1 atau terjadi peningkatan 31,25 %. Pada siklus II hasil observasi menunjukkan peningkan sebesar 2,6 atau 23,8 %. Pada siklus III hasil observasi menunjukkan peningkatkan sebesar 3,2 atau 23,1%.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Al-Qur'an dan Terjemahnya (Surabaya: Surya Cipta Aksara, 1993)

Anselm Strauss dan Juliet Corbin. 1997. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif Prosedur, Tehnik, dan Teori. Surabaya: Bina Ilmu Ofset.

 

Arifin, M. 1993. Ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: Rineka Cipta.

 

Bahri, Syaiful Djamarah dan Zain Aswan. 1997. Strategi Belajar Mengajar Jakarta: Rineka Cipta.

 
Daradjat, Zakiah dkk. 1992. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Daud, Ma'mur.1993. Terjemah Shohih Muslim. Jakarta: Widjaya.

Hidayat, Komaruddin,. 1996. Active Learning, 101 Strategi Pembelajaran Aktif  Yogyakarta: YAPENDIS.


Hamalik, Oemar. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

http://telaga.cs.ui.ac.id/Metodologi Penelitian/laporan4/kelompok5.doc.

http://telaga.cs.ui.ac.id/WebKuliah/MetodologiPenelitian/laporan4/kelompok5.doc

Muhaimin. 2005. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.


Majid Abdul dan Andayani Dian. 2004. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetens.i Bandung: Remaja Rosda Karya.

Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya 

Murni, Wahid. 2005. Penelitian Pembelajaran Apa dan Bagaimana. Makalah Disampaikan Dalam Rapat Persiapan Pembekalan Mahasiswa PKLI Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Malang.


Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatifi, Tjejep Rohendi Rohidi "Terj". Jakarta: Universitas Indonesia.

 

Margono. ,2000. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurhadi, dkk. 2004. Pembelajaran kontekstual (CTL) dan Penerapan Dalam KBK. Malang: UM PRESS.

 

Purwanto, Ngalim. 1992. Psikologi Pendidikan.  Bandung: Remaja Rosda Karya.

Rohani Ahmad dan Abu Ahmadi. 1991. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Ramayulis. 1998 Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta Pusat: Kalam Mulia.

Rusyan, Tabrani dkk. 1989. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar Bandung: Remaja Karya.

Tafsir. 1993. Metodologi Pengajaran Pendidikan Islam.  Bandung: Rosdakarya.

Subroto, Suryo. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Sardiman A. M. 1994. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Silberman, Melvin L. 2004. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif, Raisul Muttaqien "Terj" Bandung: Nusamedia dengan Penerbit Nuansa.

Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Pendekatan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Slameto. 1991. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

 

Soedarso, F. X. 2001. Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas. Departemen Pendidikan Nasional.

 

Surakhmad,Winarno. 1989. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metoda Tehnik Bandung: Tarsito.

 

Tri, Iin Rahayu dan Ardi Tristiadi Ardani. 2004. Observasi Dan Wawancara Malang: Banyumedia.

 

Uhbiyati, Nur. 1998. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Zaini, Hisyam dkk. 2004. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CTSD.

Zuhairini dan Abdul Ghofir. 2004. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Malang: UM Press. 

BAGI YANG MAU SKRIPSI INI SECARA LENGKAP SEBAGAI REFERENSI SILAKAN HUB 085646047087
kode : AP-02

Re: Penerapan Pendekatan Kontekstual dengan Metode Inkuiri pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kreativitas dan Pemahaman Siswa Kelas V di SDN




ABSTRAK

 

Alamsha M. Penerapan Pendekatan Kontekstual dengan Metode Inkuiri pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kreativitas dan Pemahaman Siswa Kelas V di SDN . Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri Malang. 

 

Kata Kunci: Pendekatan Kontekstual, Inkuiri, PAI, Kreativitas, Pemahaman.

 

Pendidikan Agama Islam di sekolah telah mengalami kegagalan. Pendekatan dan metode belajar yang digunakan tampak masih "klasik", dalam arti masih mewariskan sejumlah materi pelajaran agama yang diyakini benar untuk disampaikan kepada anak didik tanpa memberikan kesempatan kepada mereka agar disikapi secara kritis. Metode yang digunakan masih bercorak menghafal, mekanis, dan lebih mengutamakan pengkayaan materi. Peserta didik kurang diberi kesempatan untuk memberikan alternatif jawaban-jawaban tertentu yang dapat menumbuhkembangkan kreativitasnya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan merubah pendekatan dan metode dalam kegiatan belajar mengajar yang ada selama ini, dimana guru selalu diposisikan sebagai satu-satunya sumber meraih informasi (teacher centered) dan siswa bersikap pasif dalam mencari dan mengolah informasi tersebut, dengan membiasakan siswa secara kreatif (student centered) menkonstruksi sendiri pemahamannya melalui kegiatan belajar mereka. Dan pendekatan kontekstual dengan metode inkuiri merupakan salah satu alternatif untuk melakukan perubahan tersebut. Dengan penggunaan metode ini diharapkan membantu melatih siswa untuk lebih peka pada dirinya dan lingkungannya, serta secara kreatif dapat menkonstruksi pemahamannya dengan lebih baik sehingga materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dengan mudah diinternalisasikan dan dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa.

Berangkat dari permasalahan di atas, maka secara umum permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu, apakah penerapan pendekatan kontekstual dengan metode inkuiri pada bidang studi PAI dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa kelas V di SDN Muneng II Kediri? Bagaimana pola penerapan pendekatan kontekstual dengan metode inkuiri pada bidang studi PAI yang dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa kelas V di SDN Muneng II Kediri?

Penelitian ini dilakukan di SDN Muneng II Kediri. Dengan desain penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) jenis kolaboratif. Tahap penelitian ini mengikuti model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, yaitu berupa suatu siklus spiral yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi; (2) pengukuran tes hasil belajar; dan (3) dokumentasi.

 Data yang bersifat kualitatif yang terdiri dari hasil observasi dan dokumentasi dianalisis secara deskriptif kualitatif, sedangkan data yang berupa angka atau data kuantitatif cukup dianalisis dengan menggunakan  analisis deskriptif kuantitatif dan sajian visual.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual dengan metode inkuiri pada bidang studi PAI dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa kelas V di SDN Muneng II Kediri. Peningkatan ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa untuk mencetuskan suatu gagasan yang unik atau asli (keaslian), membuat suatu pertanyaan  atau jawaban yang bervariasi (fleksibel), memperinci dan mengembangkan suatu gagasan (elaborasi), serta mengemukakannya (ekspresif). Peningkatan pemahaman ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa untuk  mencerna secara cermat dan tepat (penterjemahan), membedakan, menghubungkan dan menyusun kembali suatu gagasan (penafsiran), dan kemampuan siswa untuk menetapkan suatu konsekuensi  atau membuat suatu kesimpulan (ekstrapolasi). Di samping itu, data empiris juga menunjukkan peningkatan. Jumlah nilai rata-rata peningkatan kreativitas siswa, yang semula dalam pre test sebesar 1,2 meningkat sebesar 1,4 atau sebesar 16% pada siklus I. Pada siklus II, meningkat menjadi 1,8 atau  sebesar 50%. Sedangkan pada siklus III, meningkat menjadi 2,2 atau sebesar 83%. Perbandingan peningkatan siklus II dibandingkan siklus I meningkat sebesar 28%, sedangkan peningkatan pada siklus III dibandingkan siklus siklus II sebesar 22%, dan jika dibandingkan siklus I meningkat sebesar 57%. Jumlah nilai rata-rata peningkatan pemahaman siswa meningkat menjadi 2,25 atau sebesar  12% pada siklus I. Pada siklus II, meningkat menjadi 2,75 atau sebesar 37%. Pada siklus III, meningkat menjadi 3,25 atau sebesar 62%. Perbandingan peningkatan siklus II dibandingkan siklus I meningkat menjadi 22%, sedangkan peningkatan pada siklus III dibandingkan siklus II meningkat sebesar 18%, dan jika dibandingkan siklus I meningkat sebesar 44%.

Dari hasil penelitian ini, peneliti memberikan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan, antara lain: bagi guru PAI, agar dalam penerapan pendekatan kontekstual dengan metode inkuiri benar-benar efektif, guru harus secara konsisten menerapkan metode inkuiri, menggunakan media belajar, berusaha untuk mengubah kebiasaan belajar siswa dengan memberi pengertian tentang metode inkuiri, memodifikasi kegiatan belajar dengan antara lain dengan cara  mengorganisir siswa untuk melakukan inkuiri secara kelompok, memberikan variasi berupa simulasi, stimulus berupa hadiah (reward), dan pemberian motivasi.

 

 

 DAFTAR PUSTAKA

 

Arifin, Muhammad. 1996. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 1998. Metodologi Research UGM Yogya: Andi Offset.

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rhineka Cipta.

Arsyad, Azhar. 2002. Media   Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Aziz, Rahmat.2004.el-Hikmah. Jurnal Pendidikan Fakultas Tarbiyah.Vol 1. No.2. Malang: Fakultas Tarbiyah UIN Malang.

Buchori, Muchtar.1992. Posisi Dan Fungsi Pendidikan agama Islam Dalam Kurikulum Perguruan Tinggi. Malang: Makalah IKIP Malang.

Campbell, David. 1986. Mengembangkan Kreativitas. Yogyakarta: Kanisisus.

Dai'ien Amien. 1973. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Darajat, Zakiah, dkk. 1996. Ilmu Pendididkan Islam. Jakarta: Bumi Aksara dan Depag.

 

 
Darmaningtyas. 1999. Pendidikan Pada dan Setelah Krisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Diana, Rachma. 1999. Hubungan antara Religiusitas dan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah Umum. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Departemen Agama RI.1989. Al-Qur'an dan Terjemahnya. Surabaya: Jaya Sakti.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Drever, James.1986. Kamus Psikologi. Jakarta: Bina Aksara.

Jalaluddin. 2001. Teologi pendidikan. Jakarta: Grafindo Persada.

Rahman, Fazlur.1984. Islam. Terj.Ahsin Muhammad. Bandung: Pustaka.

Razak, Nazrudin. 1989. Dienul Islam. Jakarta: Al-Ma'arif.

Magnis Suseno, Franz.2002. Gerbang Pendidikan. Volume 7. No 33 Majalah Pendidikan. Jakarta: Lentera.

 

 
Hadis, Abdul. 1996. Ilmu Pendidikan. Jakarta. Remaja Rosdakarya.

Hasyim, Umar. 1991. Cara Mendidik Anak dalam Islam. Surabaya: Bina Ilmu.

Hartatiek, dkk. 2002 Rumus Data Kuantitatif Dalam Penelitian Tindakan Kelas.  Malang: Lembaga Pengabdian Masyarakat.Universitas Negeri Malang.

Margono. 2000. Metodologi Penelitian Pendidikan: Komponen MKDK. Jakarta: Rhineka Cipta.

Mastuhu. 1994. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS.

               ,1999. Memberdayakan Sistem Pendidikan Islam. Jakarta: Logos.

Muhaimin, dkk. 1993. Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: Trigenda Karya.

                  , 2001. Paradigma Pendidikan Islam Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah. Surabaya: PT. Remaja Rosda Karya.

Mulyasa. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Munandar, Utami. 1988. Kreativitas Sepanjang Masa. Jakarta: Sinar Harapan.

                  , 1999. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rhineka Cipta.

                  , 2000. Kreativitas Anak dan Strategi Pengembangannya. Indonesian Psycological Journal. Vol. 15. No. 4. 390-394. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Moleong, Lexy.J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Narbuko, Cholid. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Nasution, Noehi, Dkk. 1994 Psikologi Pendidikan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Nasution, Harun.1995. Islam Rasional.Bandung: Mizan.

Nurhadi, dkk. 2002. Pembelajaran Kontekstual Dan Penerapannya Dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.

Sardiman. 1994. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Pedoman bagi guru dan Calon Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sudarsono.2002. Filsafat Pendidikan. Jakarta: PT. Rhineka Cipta.

Sudjana, Nana. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Sudjana, Nana. 1989.Penelitian Dan Penilaian Pendidikan.Bandung: Sinar Baru.

               1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: Sinar Baru.

Sudarminta. 1990. Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: IKIP Sanata Darma.

Sudirman Dkk. 1991. Ilmu Pendidikan. Jakarta. Remaja Rosdakarya.

Suharnan. 2000. Pengaruh Pelatihan Imajeri dan Penalaran Terhadap Kreativitas. Psicological Journal.Jakarta: Anima Indonesia.

Saputro, Suprihadi. 1993. Dasar-Dasar Metodologi Pengajaran Umum: Pengembangan Proses Belajar Mengajar. IKIP Malang.

 

 
Syamsudin Makmun, Abin.2003. Psikologi Kependidikan, Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tafsir, Ahmad.1994. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Uhbiyati, Nur. 1998. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hadi, Sutrisno. 1987. Metodologi Reseach. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

          1991. Statistik. UGM Yogya: Andi Offset.Hamdani, A. Saepul. 2003.Nizamia.Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam.Vol.6. No.20. Surabaya: Fak.Tar. IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Kasihani. 2003.  Pembelajaran Berbasis CTL.  Makalah. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.

Sudarminta. 1990. Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: IKIP Sanata Darma.

Sardiman. 1994. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Pedoman bagi guru dan Calon Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Ratna, Wilis Dahar. 1988. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Roestiyah, NK. 1989. Masalah-Masalah Keguruan. Jakarta: Bina Aksara.

Sudirman, dkk. 1991. Ilmu Pendidikan. Jakarta. Remaja Rosdakarya.

Suharnan. 2000. Pengaruh Pelatihan Imajeri dan Penalaran Terhadap Kreativitas. Psicological Journal.Jakarta: Anima Indonesia.
 
Soedarsono, FX. 2001. Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Tadjab. 1994. Ilmu Jiwa Pendidikan. Surabaya: Karya Abditama.

Undang-Undang Dasar 1945. Surabaya: Jaya Sakti.
 
Undang Undang RI No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS). Bandung: Citra Umbaran.

Soemanto, Wasty.1998. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rhineka Cipta.

Yaljan, Miqdad 1987. Potret Rumah Tangga Islami.Jakarta: Pustaka Mantiq.

 

 
Wycoff, Joyce. 2002. Menjadi Super Kreatif Melalui Metode Pemetaan Pemikiran. Bandung: Kaifa.

Zuhairini,  dkk. 1991. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Zuhairini, dkk. 1993. Metodologi Pendidikan Agama. Solo: Ramadhani.

Zuhairini, dkk. 1999. Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

 

 BAGI YANG MENGINGINKAN SKRIPSI INI SECARA LENGKAP sebagai referensi HUB 085646047087

KODE: CTL-01


 



--
www.cairudin.blogspot.com
www.cairudin2blogspot.com
www.rudien87.wordpres.com


Rabu, 04 Mei 2011

LAWAN DAN HANCURKAN SEGALA BENTUK KOMERSIALISASI PENDIDIKAN

Lembaga pendidikan merupakan tempat untuk menumbuh kembangkan potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang mampu mewujudkan keadilan
social bagi seluruh rakyat Indonesia atau sederhanya memanusiakan
manusia. Akan tetapi sekarang ini pendidikan terlihat sudah melenceng
dari hakikatnya, yakni justrus mengarah pada komersil, segala aspek
dalam pendidikan bisa menghasilakan uang.
Mulai dari penerapan system badan layanan umum (BLU) yang justru
memperbesar biaya oprasional yang dibebankan pada orang tua mahasiswa.
Karena badan usaha (BU) yang dibangun diambilkan dari biaya
oprasional. Penerapan dana BOS justru menjadi ajang korupsi bagi
beberapa orang.
Meskipun pemerintah mengalokasiakan 20% dana dari APBN belum bisa
menjawab pemerataan kualitas dan fasilitas pendidikan di Nusantara,
justru malah bermunculan sekolah yang berstandar internasional yang
biayanya tiga kalilipat sekolah biasa. Hal ini menunjukan adanya
ketidak merataan pendidikan atau adanya kesenjangan dalam pendidikan
(strata pendidikan) antara pendidika masyarakat miskin dan masyarakat
kaya.
Hal ini sangat bertentangan dengan amanat undang-undang dasar 1945,
bahwa pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tapi justu
menjadi ajang komersialisasi. Masyarakat miskin semakin sulit untuk
mendapatkan pendidikan yang layak.
Untuk itu kami dari Komunitas Mahasiswa Merdeka Malang bersikap dan menuntut:
- Hapus sistem badan layanan umum (BLU)
- Realisasikan pendanaan 20% APBN
- Realisasikan pemerataan kualitas dan fasilatas pendidikan
- Tindak tegas penyelwengan dana BOS
- Nasionalisasi Aset-Aset Negara

Merdeka 100%